Kemenristekdikti tularkan virus Entrepreneur Wanted

Seperti yang dilansir dalam website resminya Ristekdikti tertanggal 18 Desember 2017, bahwa Kemenristekdikti k

ini tengah menularkan virus yakni Entrepreneurship. Hal ini karena Indonesia saat ini sangat membutuhkan banyak wirausahawan, terutama wirausahawan muda.

Sesuai dengan tujuan Presiden RI bahwa diharapkan di tahun 2020, Indonesia akan menjadi The Digital Energy of Asia. Karena Indonesia mempunyai potensi untuk hal tersebut.

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31% dari jumlah penduduk Indonesia, sementara standar Bank Dunia adalah 4%. Dibandingkan dengan negara ASEAN lain, jumlah wirausahawan Indonesia juga lebih kecil, misalnya Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4,5%), serta tidak berbeda jauh dengan Vietnam (3,3%). Senada dengan Presiden, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir juga mengungkapkan optimismenya terhadap geliat wirausahawan muda Indonesia.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mendanai banyak mahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan baru. Kemenristekdikti memberikan mulai dari lima juta hingga 50juta untuk masing-masing mahasiswa. “Kami mengadakan lomba mahasiswa. Mereka  membuat business plan, bagaimana mengoperasikan business plan, kemudian mereka menyiapkan kebutuhan bisnis, seperti investasi berupa alat dan modal kerja. Untuk investasi, kami beri pinjaman berupa modal bergulir,” jelas Nasir.

Kemenristekdikti juga melakukan berbagai upaya lain untuk menumbuhkan wirausahawan muda, antara lain Pendanaan kepada Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). “Tahun ini PPBT berjumlah 661 perusahaan, tahun depan targetnya 800 perusahaan,” ungkap Nasir optimis. Pada 2019, PPB ditargetkan meningkat hingga seribu  perusahaan.

Kemenristekdikti juga memungkinkan PT membuka Program Studi (Prodi) kekinian, yang dapat menjawab tantangan perkembangan zaman. Lulusan Prodi kekinian ini diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. “Kita buka beberapa Prodi di bidang ekonomi kreatif, salah satunya animasi” kata Nasir.

Diharapkan nantinya lulusan dari Perguruan Tinggi merubah paradigmanya yakni yang orientasinya untuk mencari pekerjaan berubah menjadi membuka lapangan pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *